HIDUP ITU BEGITU BERARTI BILA DI HATI KITA ADA CINTA DAN KASIH SAYANG SEBAGAI KEKUATAN PERJUANGAN UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK. SETELAH ITU, KITA BISA MENUTUP MATA DENGAN SENYUM DAN DAMAI.

BAB III CARA PENULISAN SKRIPSI


0 comments

BAB III
CARA PENULISAN SKRIPSI

Penulisan karya tulis ilmiah skripsi tidak saja didasarkan pada isi materi yang disajikan tetapi juga pada penampilan wujud fisik dari skripsi tersebut.

Penampilan fisik skripsi dapat dinilai dari format, tata cara dan bentuk penyajian karya tulis ilmiah (skripsi), namun pada prinsipnya tidak jauh berbeda. Yang terpenting adalah konsistensi terhadap cara yang dipakai.

A. PENGETIKAN DAN FORMAT SKRIPSI

Pada umumnya skripsi ditulis di atas kertas warna putih jenis HVS 70 gram, ukuran 21 x 2 cm A4. Pengetikan menggunakan jenis huruf tertentu (umumnya New Roman) yang diketik satu muka (tidak boleh bolak-balik).

Batas-batas pengetikan pada kertas ialah dari tepi kiri 4 cm, dari tepi atas 4 cm, tepi kanan 3 cm, dan dari tepi bawah 3 cm.

Jarak baris ketikan (spasi) adalah 2 spasi, kecuali kutipan langsung panjang yang melebihi 5 baris ketikan, judul daftar tabel dan gambar serta pustaka yang lebih dari satu baris diketik dengan jarak 1 spasi.

Pada bagian awal skripsi yang terdiri dari ; halaman judul, halaman pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto (bila ada), halaman kata pengantar, daftar tabel (bila ada), daftar lampiran dan daftar isi, diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil (i, ii, iii, iv ……. dst). Selanjutnya mulai dari bab I pendahuluan sampai halaman terakhir digunakan angka arab (1, 2, 3, 4 ,5 ……. dst). Nomor halaman khusus bab baru ditulis dibawah tepat ditengah dan selanjutnya ditulis disudut kanan atas dari jarak tulisan 2 spasi.

 

B. MENULIS JUDUL

Judul bab ditulis dengan huruf besar, ditebalkan dan diatur sedemikian rupa sehingga letaknya simetris ditengah halaman. Judul diletakan dihalaman baru. Jarak antara judul dengan teks diberi jarak 4 spasi. Judul tidak boleh ditempatkan dalam tanda kurung , tanda kulip,diberi garis bawah (bila menggunakan komputer, pemakaian garis bawah digantikan dengan penebalan pengetikan).

C. INDENSI

Indensi (ruang ketik yang kosong hinga huruf pertama). Bagi Pengetikan skripsi adalah 7, yang berarti huruf yang pertama padaKetikan yang kedelapan. Indensi ini berlaku untuk :

1. Alenia baru dalam bagian isi

2. Alenia baru dalam kutipan langsung panjang

D. KUTIPAN

Dalam penulisan karya ilmiah (skripsi) sering kali dipergunakan kutipan-kutipan untuk menjelaskan dan menegaskan isi uraian atau untuk membuktikan apa yang ditulis. Cukup banyak hal-hal penting yang sudah ditulis dalam buku-buku. Penulis dapat mengutip pendapat-pendapat tersebut, dengan syarat harus menyebutkan dari mana dan dimana pendapat itu diambil.

Kutipan dapat dilakukan dengan cara :

1.Kutipan langsung, yaitu mengutip sama dengan aslinya. Bila kutipan tidak melebihi 5 baris, kutipan dapat dimasukkan langsung kedalam taks dengan mencantumkan dalam 2 tanda petik (“ …….” ), sedang kutipan yang melebihi 5 baris, kutipan ditempatkan secara tersendiri dalam alenia khusus, diketik satu spasi, indensi 8 ketikan dan baris berikutnya dimulai pada ketikan ketujuh tanpa mencantumkan tanda petik (“).

2. Kutipan Tidak Langsung (kutipan isi), yaitu mengutip pokok pikiranpenulisan lain yang diuraikan dan disusun oleh penulis sendiri dan berada kalimat atau alenia dengan menyebutkan nama penulis pada awal kutipan.

3. Sumber kutipan, untuk sumber kutipan diberi nomor angka arab dbelakang atau diakhir kutipan (tanpa tanda kurung).

E. MANFAAT DAN CARA PENULISAN CATATAN KAKI

Catatan kaki merupakan penjelasan keterangan isi yang ditempatkan dikaki halaman. Tujuan penjelasan itu berupa :

1. Sumber asal kutipan, keterangan tambahan lain yang perlu tentang isi karangan.

2. Menunjukan bagian lain dari taks. Catatan kaki dimaksudkan untuk memberikan informasi kutipan, maka harus mengungkapkan :

1. Nama pengarang, tidak perlu dicantumkan gelarnya

2. Judul buku, ditebalkan

3. Kota penerbit(berada dalam tanda kurung)

4. Nama penerbit (berada dalam tanda kurung)

5. Tahun penerbit(berada dalam tanda kurung)

6. Nomor halaman(berada dalam tanda kurung)

Contoh :

¹· Bey Arifin, Rangkaian Cerita Dalam Al-Qura’an (Bandung : PT. Al Ma’arif, 1972 ), h. 7.

²· Ajib Rosidi, Sajak Buat Tuhan, dalam Jeram : Tiga Kumpulan Sajak, (Jakarta : PT. Gunung Agung, 1970), h. 30.

Apabila pengarang suatu buku lebih dari dua orang, hanya disebutkan nama pengarangnya Yang pertama dan setelah koma dituliskan singkatan et al ditebalkan. Et al kepanjangan dari et balii Dengan orang lain).

Contoh :

³· J.S. Comelan, et al, Equality of Education Opprtunity. (Washington DC : US Government Printing Office, 1996), p. 15

Cara penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut : Harus diberi nomor penunjukan terhadap teks yang dijelaskan.

1. Diletakan dibawah garis sepanjang 15 ketikan yang berada dibawah 3 spasi dibawah teks bagian bawah

2. Masuk 5-7 ketikan dari serambi kiri

3. Menggunakan 1 (satu) spasi

4. Jarak antara dua catatan kaki 2 spasi

F. IBID, OP. CIT DAN LOC. CIT

Catatan kaki umumnya disingkat dengan bahasa latin. Seperti Ibid, Op. Cit dan Loc. Cit.

1.Ibid singkatan dari Ibidem, pada tempat yang sama. Singkatan ini dipakai bila catatan kaki yang berikut menunjukan sumber yang telah disebut pada catatan sebelumnya.

Contoh :

¹· Harun Nasution, Falsafah dan Misticisme dalam Islam. (Jakarta : PT. Bulan Bintang, 1973), cet, he 5, jilit 2, h.2.

²· Ibid, h.35.

2.Op. Cit singkatan dari Opera Citato, berarti pada karya yang telah dikutip. Dipakai bila catatan kaki menunjukkan kepada sumber yang telah disebut terlebih dahulu, tetapi diselingi oleh catatan kaki yang lain. (Dalam bahasa Arab disebut : Al Marjius Sabiq).

contoh :

¹· Harun Nasution, Falsafah dan Misticisme dalam Islam, Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1973, cet, ke 5, jilid 2, h.2.

²· Harun Nasution, Teolog Islam, Jakarta : Penerbit UI, 1972,h.90.

³· Harun Nasution, Falsafah dan Misticisme dalam Islam, OP Cit,h.2

3.Loc. Cit singkatan dari Luco Citato, artinya pada tempat yang telah dikutip . Singkatan ini berfungsi sama dengan Op. Cit. Tetapi biasanya dipakai untuk menunjukan kepada sumber dari artikel, majalah harian yang disebut sebelumnya. Dan atau buku itu berjilid dan yang digunakan lebih dari satu jilid, maka jika ingin menyebutkan sumber yang terdahulu harus dicantumkan nama pengarang dan nomor jilidnya.

Contoh :

¹· Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta : UI Press, 1973, jilid I, h.50.

²· Ibid, h.75

³· Ibid, h.100

4. Harun Nasution, Op. Cit, jilid I, h.20

5. Hamka, Tasawuf Perkembangan dan Permurniannya, (Jakarta : Yayasan Nurul islam, 1952), jilid I, h. 25

6. Harun Nasution, Loc. Cit.

Mengenai kutipan ayat atau ayat-ayat Al Qur’an tidak diperlukan catatan kaki karena nama dan nomor surut dan nomor ayat telah dituliskan pada akhir ayat yang dikutip.

Sedangkan terjemahan Al Qur’an atau Tafsir, Hadist atau terjemahan, menggunakan catatan kaki sebagaimana buku.

G. PENULISAN NAMA PADA DAFTAR KEPERPUSTAKAAN

1. Daftar pustaka atau Bibliografi disusun mulai dengan nama pengarang juga dimaksudkan nama badan, lembaga, panitia dari sebagainya yang disusun kerangan itu. Kalau nama pengarang tidak ada yang diambil adalah kata pertama dalam judul itu.

2. Kalau ada dua karangan atau leih berasal dari seorang pengarang, nama pengarang cukup dicantumkan satu kali, lainnya cukup diganti dengan garis sepanjang tujuh undensi (ketikan) dari garis margin.

3. Bentuk keterangan dalam daftar pustaka hampir sama dengan keterangan dalam catatan kaki.

4. Nama pengarang diketik mulai dari garis margin kiri, baris kedua dan seterusnya diketik setelah 4 pikulan tik dari margin, dari satu spasi.

5. Gelar kebangsawanan dan akademik dicantumkan dan diletakkan dibelakang nama.

Contoh :

Prof. DR. Andi Hakim Nasution, menjadi : Nasution, Andi Hakim, Prof. DR.

6. Daftar Pustaka tidak menggunakan nomor urut.

7. Jarak antara dua sumber pustaka 2 (dua) spasi.

H. SISTEM PENOMORAN

1. Halaman-halaman dari bagian awal, nomor halamannya menggunakan angka romawi kecil, yakni : i, ii, iii, iv, dan seterusnya. Bagian teks dari bagian pendahuluan dan seterusnya menggunakan angka arab ; 1,2,3,4,5…dst disudut kanan atas, kecuali pada hal pendahuluan dan bab-bab bau, nomor halamannya diletakkan pada bagian bawah, tempat ditengah.

2. Bab diberi nomor dengan angka romawi ; BAB I, BAB II, BAB III, …dst, diletakkan pada tengah-tengah atas judul.

3. Urutan-urutan penomoran sebagai berikut :

- Bab menggunakan angka romawi besar : I, II, III, IV, V … dst.

- Anak bab menggunakan huruf besar : A, B, C, D, E, F … dst.

- Pasal menggunakan angka arab : 1, 2, 3, 4, 5, 6 … dst.

- Anak pasal menggunakan duruf kecil : a, b, c, d, e, f … dst.

- Ayat menggunakan angka arab dan tanda kurung : 1),2),3) … dst.

- Anak ayat menggunakan huruf kecil diberi tanda kurung : a),b),c)

4. Tata letaknya, sebagai berikut :

A. ……………………………..

    1. ………………………….

    2. ………………………….

    3. ………………………….

        a. ………………………….

        b. ………………………….

        c. ………………………….

            1). ……………………..

             2). ………………………

            3). ………………………

                 a). ………............

                 b) …………………                                                    

                 c). ………………..

 

B. ……………………………

     1. ……………………..

     2. ……………………..

     3. ……………………..

         a. …………………….

         b. …………………….

         c. …………………….

             1). ……………………..

             2). ……………………..

             3). ……………………..

a). ……………………..

b). ……………………..

c). ……………………..

      (1). ……………………….

      (2). ……………………….

      (3). ……………………….

            (a). ……………………..

            (b). ……………………..

            (c). ……………………..

0 Response to "BAB III CARA PENULISAN SKRIPSI"

Post a Comment

Designed by TheBookish Themes
Converted into Blogger Templates by Theme Craft